menu

Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

Kamis, 03 Mei 2012

Laporan statistika ( regresi Ganda)


Tugas Statistika Lanjut
“ Analisis Regresi Ganda dalam Skripsi”

Dosen Pembimbing : Sugi Rahayu, M.Pd, M.Si


Description: D:\Logo UNY\1.jpg


Disusun oleh
Eka Ayu Lestari
10402241033


PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN (REGULER)
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012

A.    Judul Skripsi
Pengaruh Kelengkapan Fasilitas Laboratorium Admministrasi Perkantoran dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi  Belajar Peserta Didik Ke;las XI dan XII Pada Standar Kompetensi Kearsipan Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK 17 Bantul.
Penyusun
Nama   : Widya Dwi Susanti
            NIM    : 07402241041
            Prodi   : Pendidikan Administrasi Perkantoran
B.     Abstrak
Dalam proses pengumpulan data digunakan metode kuesioner atau angket dan menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan untuk menguji uji validitas menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson., uji reabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Untuk mengetahui pen;garuh kelengkapan fasilitas laboratorium Administrsi Perkantoran atau motivasi belajar terhadap Prestasi Belajar siswa Program Administrasi Perkantoran SMK 17 Bantul. Sedangkan untuk mengetahui Motivasi Belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa pada standar kompeensi kearsipamn program keahlian Administrasi Perkantoran SMK 17 Banul dengan teknik analisis Regresi Ganda dengan 2 prediktor. Atingkat signifikasi 5%.

C.    Rumusan Masalah

Atas dasar identifikasi masalah seperti diatas masalah dalam skripsi dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Adakah pengaruh kelengkapan fasilitas lab Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar peserta didik standar kompetensi kearsipan program keahlian Administrasi Perkantoran SMK 17 Bantul ?
2.      Bagaimana pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik standar kompetensi kearsipan program keahlian Administrasi Perkantoran SMK 17 Bantul ?
3.      Adakah pengaruh kelengkapan fasilitas lab Administrasi Perkantoran dan motivasi belajar peserta didik standar kompetensi program keahlian Administrasi Perkantoran SMK 17 Bantul ?

D.    Kerangka Berpikir
Kelengkapan fasilitas laboratorium Administrasi Perkantoran adalah suatu keadaan dimana tersedia tempat aau wadah dengan segala sarana yang mampu mendukung prosses pembelajaran Administrasi Perkantoran. Oleh karena itu, sekolah harus memiliki kelengakapan fasilitas laboratorium Administrasi Perkantoran guna meningkatkan mutu pendidikan.
Kelengkapan fasilitas laboratorium Administrasi Perkantoran sedikit banyak akan berpengaruh terhadap motaivasi belajar peserta didik untuk  mendukung proses pembelajaran sekolah menyediakan laboratorium perkantoran. Dengan tersedianya fasilitas laboratorium peserta didik akan termotivasi dalam kegiatan belajarnya yang tentunya juga akan berpengaruh terhadap hasil aau prestasi belajarnya.
E.     Hipotesis Penelitian
1.      Pengujian Persyaratan Data
Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan, yaitu untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear ganda dengan menggunakan program SPSS.
a.       Uji Linearitas
Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas memenuhi asumsi linearitas atau tidak denga variabel terikatnya. Adapun rumus yang digunakan dalam uji linearitas adalah :
Keterangan :
     = harga bilangan F untuk garis regresi
= rerata kuadrat garis regresi
                        = rerata kuadrat residu
(Sutrisno Hadi, 2004:13)
Signifikansi diterapkan 5% sehingga apabila <  maka dianggap hubungan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat adalah linear. Sebaliknya jika >  maka tidak linear.
b.      Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya multi antar variabel bebas, yang dilakukan dengan menyelidiki besarnya korelasi antar variabel tersebut. Uji multikolinieritas dilakukan sebagai syarat digunakannya analisis regresi ganda. Ketergantungan antar variabel bebas terjadi bila koefisien antar variabel bebas lebih besar atau sama dengan 0,8. Teknik statistik yang digunakan adalah korelasi Product Moment dari Pearson. Adapun rumusnya sebagai berikut :
Dimana :
                 = koefisien korelasi product moment
                   = jumlah skor butir
                   = jumlah skor total
N                     = jumlah responden
(        = jumlah perkalian skor butir dengan skor total
(               = jumlah kuadrat skor butir
(               = jumlah kuadrat skor total
(Suharsimi Arikunto, 2006:146)
F.     Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis tersebut dilakukan dengan analisis regreai ganda, dapat dilihat dalam table sebagai berikut :
Table Rangkuman Hasil Analisis Regresi Ganda ,  secara bersama-sama terhadap Y.


Sumber
Koefisien
Df
Harga F
P
Keterangan
F Hitung
F Tabel
Konstanta
22,966
2,26
12,756
3,37
0,000
Hipotesis dierima
Signifikan
Kelengkapan
Fasilitas Lab
AP ()
0,462




Motivasi
Belajar ()
0,503




R
0,760




0,577




Variable terikat : prestasi belajar
Berdasarkan table di atas, model regresi dapat dinyatakan dalam persamaan Y=0,462+ 0,503+ 22,966, menunjukan bahwa nilai koefisien   sebesar 0,422 artinya, apabila nilai kelengkapan fasilitas laboratorium Administrasi Perkantoran ( ) meningkay 1 point maka nilai prestasi belajar peserya didik (Y ) akan meningkat sebesar 0,462 poin t, dengan asumsi  tetap. Koefisien  sebesar 0,503 artinya apabila nilai motivasi belajar () meningkat 1 point maka pertambahan nilai pada peserta didik ( Y) sebesar 0,503 point, dengan asumsi   tetap.
a.       Koefisien Determinasi ()
            Koefisien determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS versi 12, menunjukkan  sebesar 0,577. Nilai tersebut berarti 57,7% perubahan pada variabel peserta didik (Y) dapat diterangkan oleh kelengakapan fasilitas laboraorium Administrasi Perkantoran () dan motivasi belajar () sedangkan 42,3% dijelaskan oleh variabel lain.

b.      Pengujian Signifikansi Korelasi Berganda dengan Uji F
            Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh kelengkapan fasilitas laboraorium Administrasi Perkantoran () dan motivasi belajar () secara bersama-sama terhadap prestasi belajar peserta didik (Y).
Uji signifikansi menggunakan uji F. Berdasarka hasil uji F diperoleh  sebesar 17,756. Jika dibandingkan dengan  sebesar 3,37 pada taraf signifikansi 5%, maka nilai  >  yang berarti hipotesis ketiga menyatakan terdapat pengaruh kelengkapan fasilitas laboratorium Administrasi Perkantoran dan Motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik.
c.       Sumbangan Relatif dan Efektif
Perhitungan sumbangan Efektif dan Relatif:
              = 1565,93
              = 1513,03
                    = 0,46207
                    = 0,503213
         = 723,56771
         = 761,70989
               = 1485,2771
            = 0,5773246

Table rangkumann Hasil Sumbangan Efektif dan Relatif
Variable Bebas
Sumbangan
Relatif
Efektif
Kelengkapan fasilitas
Lab. AP
48,72%
28,12%
Motivasi Belajar
51,28%
29,61%
Jumlah
100%
57,73%

d.      Laporan
Berdasarkan hasil analisis regresi ganda yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh koefisien determinasi yang menunjukkan bahwa varians prestasi belajar dapat dijelaskan oleh kombinasi dari kedua variabel bebas yaitu  sebesar 0,577. Ini berarti 57,7% prestasi belajar dijelaskan oleh kelengkapan fasilitas laboratorium Administrasi Perkantoran dan motivasi belajar. Sedangkan 42,3% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.

video

keterampilan dan kepribadian sekretaris


Membangun Keterampilan dan Kepribadian
Menjadi Sekretaris Yang Profesional
A.    Pendahuluan
Sekretaris berasal dari kata secretum (bahasa latin)yang artinya rahasia, Bahasa Inggris : Secret yang artinya rahasia. Jadi yang dimaksud sekretaris adalah seseorang yang diberi kepercayaan untuk menjaga rahasia atau segala hal penting oleh pimpinan atau perusahaan. Sekretaris aadalah sebuah profesi yang telah kita kenal luas dalam masyarakat bisnis. Di mana ada perkantoran, di situlah profesi ini dibutuhkan. Urusan scheduling, menangani berkas-berkas, surast menyurat, mengurusi administrasi kantor, sampai ke urusan pribadi bos, itulaj peran sekretaris. Profesi ini sering dipandang sebalah mata, tetapi tidak bisa dipungkiri, amat dibutuhkan.
Sekretaris yang professional mamapu mengelola kantor secara keseluruihan dan mampi menciptakan suasana kerja yang kondusif bagi bos ataupun karyawan lain. Sekretaris professional adalah perkerja yang mampu berperan sebagai asisten bagian administrasi, sekretaris eksekutif, ataupun manajer urusan perkantoran. Jadi pada dasarnya, sekretaris adalah orang yang paling tahu alur kerja di kantornya. Seseorang yang mampu menjadi asisten boa dalam mengatur ritme kerja kantor, dengan syarat sekretaris tesebut harus memiliki keterampilan prima dan berorientasi global. Bukan hanya terfokuskan pada tugas kerja yang telah ditetapkan.
B.     Pengertian Keterampilan Sekretaris.
Ada beberapa pengertian mengenai keterampilan, antara lain adlah sebagai berikut:
1.      Menurut Gordon (1994 : 55) pengertian ketrampilan adalah kemampuan untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat. Pengertian ini biasanya cenderung pada aktivitas psikomotor.
2.      Menurut Nadler (1986 : 73) pengertian keterampilan (skill) adalah kegiatan yang memerlukan praktek atau dapat diartikan sebagai implikasi dari aktivitas.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ketrampilan (skill) berarti kemampuan untuk mengoperasikan suatu pekerjaan secara mudah dan cermat yang membutuhkan kemampuan dasar (basic ability).
Menurut Robbins (2000 : . 494-495) pada dasarnya ketrampilan dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu:
1. Basic literacy skill
Keahlian dasar merupakan keahlian seseorang yang pasti dan wajib dimiliki oleh kebanyakan orang, seperti membaca, menulis dan mendengar.
2. Technical skill
Keahlian teknik merupakan keahlian seseorang dalam pengembangan teknik yang dimiliki, seperti menghitung secara tepat, mengoperasikan komputer.
3. Interpersonal skill
Keahlian interpersonal merupakan kemampuan seseorang secara efektif untuk berinteraksi dengan orang lain maupun dengan rekan kerja, seperti pendengar yang baik, menyampaikan pendapat secara jelas dan bekerja dalam satu tim.
4. Problem solving
Menyelesaikan masalah adalah proses aktivitas untuk menajamkan logika, beragumentasi dan penyelesaian masalah serta kemampuan untuk mengetahui penyebab, mengembangkan alternatif dan menganalisa serta memilih penyelesaian yang baik.
C.    Pengertian Kepribadian Sekretaris.
Kepribadian memiliki banyak pengertian. Pengertian secara umum, kepribadian adalah integrasi dari keseluruhan/kecendrungan seseorang untuk berperasaan, berkehendak, berpikir, bersikap, dan berbuat sesuai dengan pola perilaku tertentu. Selain itu, ada beberapa ahli yang berpendapat tentang pengertian kepribadian, antara lain:
1.      Menurut M.A.W. Brower berpendapat bahwa kepribadian adalah corak tingkahlaku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
2.      Menurut Yinger kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecendrungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi telah dilaluinya.
3.      Menurut Cuber mengatakan bahwa kepribadian adalah gabungan keseluruhan sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat dari seseorang.
Ada rumusan yang sederhana untuk memudahkan dalam membentuk kepribadian seorang sekretaris, yaitu (ABCC; Appearance, Behaviour, Character, Capability). Untuk lebih jelasnya, akan diuraikan sebagai berikut:
  1. Good Appearance; Bukan berarti cantik dalam wajah, tetapi merangkum segala keluwesan dan kesopanan dalam tindakan. Penampilan sekretris harus dapat diterima di lingkungan kantor tempat bekerja. Cara berpakaian dan dandanan juga menvcerminkan kepripadiannya. Betapa penting/berpengaruh pakaian terhadap orang yang melihatnya. Orang yang memakai pakaian lusuh/kotor mempunyai pengaruh terhadap jiwa pemakaina. Appearance beratti nperwujudan penampilan lahiriah seseorang; apakah seseorang gembira, sedih, kagum, dll yang dapat dibaca dari roman muka. Ada kalanya bisa dilihat bahwa appearance merupakan manifestasi dari isi pikiran seseorang.
  2. Good Behaviour; Berarti tingkah laku yang baik. Setiap sikap atau gerak-gerik mempunyai nilai yang beraneka ragam. Sebagai pedoman bagi sekretaris untuk menuju good behaviour adalah berupaya mengajar diri sendiri agar menjadi pribadi yang disenangi oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja dalam suasana apa pun juga.
  3. Good Character; Tuntutan masyarakat menghendaki seseorang mempunyai karakter (sifat) yang baik dalam pergaulan, lebih-lebih sekretaris dalam hubungannya dengan pimpinan/lembaga di tempat kerja. Sifat-sifat yang baik yang melengkapi penilaian kepribadian sekretaris antara lain kejujuran, pikiran positif, taat beribadah, menghargai orang lain, serta bekerja keras, penuh semangat dan tulus.
  4. Good Capability; Kecakapna atau kemampuan sangat dibutuhkan dalam melakukan segala pekerjaan bahkan kehidupan manusia. Oleh karena itu sekretaris harus berusaha meningkatkan kemampuannya untuk menunjang kelancaran pekerjaan atau pengembangan organisasinya. Seorang sekretaris harus mempunyai kemampuan inteltual, skill, serta kemampuan teknis.

D.      Sekretaris Profesional
Keistimewaan sekretaris Profesional adalah mereka mampu berperan sebagai asisten bagian administtrasi, sekretaris eksekutif, ataupun manajer kantor karena adanya keterampilan yang prima, dan juga berorientasi global.(La Rose,2003.2.1).
Perilaku sekretaris yang Profesional antara lain adalah :
1.      Peka terhadap irama atasan/bos yang sewaktu-waktu dapat saja menanyakan sesuatu atau memberikan tugas dengan tiba-tiba.
2.      Secara berkala memonitor berkas-berkas (file), disesuaikan dengan kegiatan organisasi yang paling akhir.
3.      Mencermati alamat-alamat, jugs nomor telepon. Apabila ada perubahan, langsung mengubahnya.
4.      Menyeragamkan surat-surat balasan yang membutuhkan jawaban yang sama. Memperhatikan “ucapan terima kasih” yang selambat-lambatnya sudah harus dikirimkan 2 hari setelah acara selesai. Dan yang paling pentinmg lagi, jangan sampai ucapan terima kasih hanya dicap saja.
5.      Memperhatilam telepon dari pelanggan yang tidak puas, ini adalah kesempatan untuk mengadakan koreksi dan perbaikan untuk kemajuan organisasi.
6.      Segera memberikan bantuan apabila departemen lain memerlukan.
Selain perilaku di atas, seorang sekretaris professional juga harus memperhatikan dalam berkomunikasi karena yang lama diingat orang lain tentang kita adalah bahasa tubuh, sedangkan apa yang kita ucapkan bisa jadi sudah tidak diingat lagi. Berikut adalah beberapa komunikasi nonverbal  atau bahasa tubuh yang harus diperhatikan oleh seorang sekretaris yang professional.
1.      Berjabat tangan
2.      Tertawa
3.      Ekspresi wajah
4.      Cara berbicara
5.      Postur
6.      Gerak anggota tubuh

E.     Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa jika ingin menjadi seorang sekretaris yang professional harus mempunyai keterampilan dan kepribadian yang baik. Dan yang paling menentukan adalah kemampuan menjalin hubungan antarsesama, yakni “keterampilan berkomunikasi antarpribadi”. Kemampuan kita bekerja sma dengan orang lain adalah asset yang paling bernilai. Sekretaris professional para menajer yang berhasil adalah mereka yang mempunyai kemampuan menjalin hubungan dengan sesama manusia. Untuk dapat bekerja sama dengan baik bersama orang lain harus merasa senang dan bahagia dengan diri kita sendiri sehingga akan mempengaruhi mereka yang berada di sekeliling kita dan dengan siapa kita berjumpa.

Daftar Pustaka
La Rose.2003.Top Secretary.Jakarta:Erlangga